WORO-WORO
KANGGO MENUNGSO ING NUSWANTORO
KHUSUSE SING MANGGON ING TANAH JOWO
SATRIO UTOMO WUS TEKO
AREP NJALUK BALI KULUK MAKUTHO ROMO
SING MANGGON ONO ING SISIH LOR GUNUNG LAWU
LAN SISIH KIDULE BENGAWAN SOLO
SING OMAHE KOYO DENE RADEN GATHUTKOCO
LAN THUNDO TIGO KOYO PAGUPON DORO
INGGIH MENIKO INGKANG SINUHUN SYARIF HIDAYATULLOH HADIWIJOYODININGRAT
JUMENENG NOTO
INGKANG TAKSIH GADAH TRAH PRABU BROWIJOYO LIMO
SING AREP NJEJEGNE AGOMO, MAKMURNE NEGORO
AYO SEDULUR KABEH PODO MERTOBAT
BEN SIRO ORA PODO TELAT
AYO SEDULUR KABEH PODO NGLURUSKE NIAT
BEN SIRO ORA PODO KUWALAT
PULO JOWO PULO MALATI
ANGGON TURUNNE PORO WALI
AYO SEDULUR KABEH PODO BALI
NGANGGO AJARANE PORO WALI
BEN SIRO KABEH BISO NYEDAK MARANG GUSTI
SING MURBENG DUMADI
MABES BROWIJOYO V SRAGEN
TIKUS PITHI ANOTO BARIS
Rombongan Santrine Abah Syarif Ingkang Badhe Nderekne Abah Syarif Jumeneng Noto
Ya Alloh… Kulo Nyuwun Dipejahi kemawon Menawi Abah Syarif Mboten Menang
Ya Alloh… Kulo Nyuwun Dipejahi kemawon Menawi Abah Syarif Mboten Menang
Ya Alloh… Kulo Nyuwun Dipejahi kemawon Menawi Abah Syarif Mboten Menang
Amin…
(MABES BROWIJOYO V SRAGEN)
Sekumpulan santri Nurul Huda yang meyakini beliau Abah Syarif adalah sang satrio suci yang akan Jumeneng Noto memakmurkan Indonesia dan menjalankan hukum dunia sebagaimana mestinya yaitu dengan adil yang seadil-adilnya, sesuai dengan aturan Alloh swt.
Tempat transit para santri dari luar kota sebelum berangkat ngaji ke Ponpes Nurul Huda
acara kumpul ini biasanya di isi dengan evaluasi selama perjalanan mujahadah sebelumnya di daerah masing-masing, dan juga pengalaman dari santri-santri yang lain yang berkaitan dengan mujahadah, woro-woro yang dilakukan di daerahnya, dan kegiatan yang lain yang berkaitan dengan akan Jumeneng Notonya Abah Syarif, dan informasi tentang pertambahan titik-titik baru di daerah-daerah yang lain.
Rombongan santri yang meyakini sosok Abah Syarif adalah sang satrio utomo yang akan memakmurkan indonesia menuju negara “Baldathun Thoyyibathun Wa Robbun Ghofur”,

- Santri dari pekalongan yang aslinya dari majalengka mas didik mengisi tausiah setelah acara mujahadah yaitu pengalaman-pengalamannya yang unik yang berkaitan dengan hal-hal yang tak kasat mata, karena mas didik ini di anugrahi kemampuan melihat jin dan mengobati orang sakit, seperti wejangannya Abah Syarif “makerti tanpo piranti, nyuwuk tanpo syarat tanpo ragat”, maka dalam proses pengobatan atau pendeteksian tidak memerlukan syarat apapun
Dengan berbekal keyakinan tersebut para santri ini pun bersama-sama melaksanakan mujahadah keliling jawa tengah dalam rangka mengabarkan kepada khalayak umum tentang hadirnya sang satrio utomo yang akan merubah tatanan negara menjadi sesuai dengan kehendak Alloh swt, dan sekarang sudah dilaksanakan di beberapa kota di jawa tengah antara lain ; karanganyar surakarta, sukoharjo, klaten, jogja, demak, purwodadi, temanggung, pekalongan.
dan seluruhnya dilaksanakan diluar jadwal ngaji tetap di ponpes nurul huda yaitu malam ahad legi dan malam jum`at pahing, dan dari 35 hari sekarang tinggal 7 hari yang kosong. (sekarang sudah terbuka 125 titik di jawa tengah diposting tanggal 17 jan 2011)
Dalam mujahadah ini selain wirid biasa juga ada wirid khusus yang dibaca yaitu:
Laa ilaaha illalloh Muhammadurrosululloh
Laa ilaaha illalloh laa mathluuba illalloh
Laa ilaaha illalloh laa maqsuuda illalloh
Laa ilaaha illalloh laa ma`buuda illalloh
Laa ilaaha illalloh laa maujuuda illalloh
Huwallohuakbar, Allohuakbar, walillaahilhamd
Yaa Alloh hadhir
Yaa kholifatalloh hadhir
Yaa Syarif Hidayatulloh hadhir
para santri di pekalongan telah menemukan makam orang sholeh di daerah pekajangan pekalongan, makam itu ditemukan tidak terawat, yaitu makam Mbah Gombol, disekitar makam dijadikan tempat pembuangan sampah, kemudian oleh para santri Nurul Huda dibersihkan secara rutin setiap hari

kondisi makam mbah Gombol saat pertama kali ditemukan
disamping makam mbah Gombol juga ditemukan dua makam yang lain di sekitarnya yaitu makam Eyang Raden Mas Suryo Mentaram dan yang satu lagi tidak diketahui namanya, namun menurut santri sepuh makam itu adalah makam ajudannya mbah Gombol (santri setianya)
mbah Gombol (H.Hambali) adalah leluhur warga pekajangan, beliau lah yang membuka tanah di sini untuk pertama kali sehingga sekarang menjadi sebuah perkampungan.
tanah ini dulu adalah tanah perdikan yang diatasnya dibangun sebuah padepokan sebagai tempat tinggal mbah Gombol dan para santrinya, sehingga ketika beliau meninggalpun dimakamkan ditanah ini, karena usia makam yang sudah ratusan tahun maka kondisi nya pun telah berubah dan bangunan padepokannya juga sudah tak tampak lagi, menurut keterangan salah seorang warga disekitar makam ini dulu ada rawa-rawa namun kini sudah kering tak nampak lagi.
besar kemungkinan bila di area tanah ini tidak hanya terdapat 3 makam, (terbukti saat penggalian dalam proses pemindahan makam berkali-kali anggota tim ekspedisi bedah makam menemukan tulang atau gigi) mengingat dulu disini pernah berdiri sebuah padepokan yang tentu memiliki banyak santri, karena dari salah seorang anggota tim ekspedisi bedah makam ada yang bermimpi melihat 3 makam yang lain disekitar makam mbah Gombol namun sudah hilang batu nisannya.
mbah Gombol sendiri menurut keterangan salah seorang warga pekajangan, beliau adalah “Sing mayungi Pangeran Diponegoro”, jadi beliau hidup di masa Pangeran Diponegoro atau sekitar tahun 1800-an, jadi usia makam ini adalah sekitar 200 tahunan, sedangkan Eyang Raden Mas Suryo Mentaram adalah “Ratu Sing ora seneng neng kraton”, beliau memilih keluar dari kraton dan memilih jalan sufi, mereka berdua dulu bersama-sama berjuang membantu Pangeran Diponegoro, setelah Pangeran Diponegoro ditangkap mereka berdua pergi berkelana yang kemudian menetap disini.
dimakam Eyang Raden Mas Suryo Mentaram ini sering didatangi para peziarah yang berasal dari luar wilayah pekajangan, bahkan menurut keterangan warga sekitar banyak diantara peziarah yang tidak kuat saat “nglakoni tirakat” di sini, karena pernah terjadi saat tengah malam ada seseorang yang berlari sambil teriak-teriak saat dirinya “nglakoni tirakat” di makam ini.
sedangkan makam ketiga yang tidak diketahui namanya kini telah ditumbuhi pohon bambu yang sangat lebat (sudah jadi “dapuran pring”), sehingga tidak nampak lagi kalau ada makam ditempat ini, yang tampak hanya satu batu nisannya saja yang diidentifikasi bahwa nisan itu adalah nisan bagian kepala, yang kemudian oleh para santri dipanggil mbah Pring.
para santri pekalongan sekarang baru selesai menyelesaikan pembersihan di lokasi makam mbah Gombol saja, sedangkan 2 makam yang lain masih dalam proses pembersihan, area makam ini luasnya 25 m persegi, maka dari itu memerlukan waktu yang lama untuk membersihkan area makam hingga bersih benar, terutama di lokasi makam ketiga yang sudah jadi “dapuran pring”, benar-benar membutuhkan tenaga ekstra…bagi santri dari daerah lain yang ingin turut andil amal sholeh, silahkan hubungi mas didik…(diposting tnggl 10-10-2010)
diposting tgl 7 des 2010…. kelanjutan kegiatan pembersihan makam mbah Gombol telah mencapai klimaks pada hari kamis 2 des 2010 yaitu pemindahan jasad beliau beserta jasad yang berada di bawah pring, disandingkan dengan makam Eyang Raden Mas Suryo Mentaram dan pemindahan ini atas permintaan Eyang suryo sendiri melalui mas didi sebagai mediatornya.
Setelah makam dipindahkan maka lingkup pembersihan menjadi lebih kecil, sekarang sudah memasuki tahap pengecoran area disekitar maqom.
kelanjutan dari proyek bedah maqom ini adalah, diadakannya mujahadah istiqomah selapanan di maqom setiap malam jum`at kliwon.
DAN … telah terjadi suatu peristiwa luar biasa dari rombongan santrine Abah Syarif pekalongan … khususnya saudara didi, Mbah Pring datang menemui mas didi dan meminta untuk tirakat di bekas maqomnya selama 3 hari 3 malam, yang telah dilaksanakan pada 3 hari sebelum malam jum`at kliwon kemarin (tgl 5, 6, 7 des). Dan dalam tirakatnya di datangi oleh Abah Syarif, Sunan Giri dan Mbah Abdul Hamid, kajoran, magelang. Bahkan sempat naik awannya Sunan Giri ke cirebon namun ternyata yang dicari sudah diambil kembali, karena terlambat satu hari. Meskipun yang dituju tidak didapat namun dibalik semua itu terkandung pelajaran luarbiasa bagi kami santri yang lain, baik tentang sosok Abah Syarif yang ternyata juga murid dari Sunan Giri, juga pelajaran tentang alam ghoib, bahwa orang-orang yang hidupnya berjuang untuk agama Alloh setelah ruhnya lepas dari jasad (mati) perjuangannya tidak ikut berhenti akan tetapi tetap terus berjuang membantu mereka yang masih hidup. Dan bagi kami “Rombongan Santrine Abah Syarif Ingkang Badhe Nderekne Abah Syarif Jumeneng Noto” (Mabes Browijoyo V Sragen) semakin menambah keyakinan kami tentang arah perjuangan ini yang Insya Alloh betul-betul diridhoi oleh Alloh SWT. (sekedar informasi sosok Mbah Pring yang selama ini tidak diketahui namanya, telah mendatangi saudara didi dan menyebut jati dirinya yang ternyata bernama K.H. Basyari berasal dari tegal, diposting tanggal 11 maret 2011)
area makam setelah direnovasi
papan yang mencantumkan silsilah beliau
woro-woro bagi yang ingin sowan dalam rangka pembersihan diri
sebuah gambar yang diambil tanpa sengaja di area makam yang menampakkan tubuh seekor ular naga yang diambil oleh mas didi yang ternyata memang sudah di ketahui sebelumnya oleh warga bahwa area makam ini juga di huni oleh makhluk ghoib berwujud seekor naga
ini adalah foto saat para santri nyanyi lagu Abah Syarif Jumeneng Noto dengan bunyi-bunyian seadanya, sebagai wujud dukungan para santri atas ke-Jumeneng Noto-an Beliau
Abah Syarif … Abah Syarif … Abah Syarif Jumeneng Noto … Abah Syarif … Abah Syarif … Abah Syarif Jumeneng Noto …, begitulah lagu yang dikumandangkan para santri sebagai bentuk dukungan dan harapan mereka akan perubahan di negeri ini.
mereka bernyanyi sambil memutari area pondok yang merupakan tempat tinggal Beliau Abah Syarif, yang bermakna meminta dengan sangat agar Beliau Abah Syarif bersedia memimpin negeri ini menuju perubahan.
bahkan ibu-ibu dan anak-anak pun turut bersemangat menyanyi.
serta tidak ketinggalan kyai amaludin dari jaten (baju coklat) dan kyai ali fathoni dari jogja (baju putih) turut bengak-bengok menyampaikan siapakah sosok Abah Syarif yang sebenarnya, yang kelak akan Jumeneng Noto Memimpin Indonesia menuju negeri yang makmur toto titi tentrem kertoraharjo (Baldah Thoyyibah)







































Posted by CAH NDESO on Desember 12, 2011 at 7:25 pm
HMMM …..WIRIDAN DIATAS SING NGIJASAHI SOPO ??? ABAH RATAU NGAJARI NGONO ….NANG NURUL HUDA ORA DIAJARI NGELMU PREWANGAN …..WAH …YEN DIRASAKNE KOK ORA PAS KRO PERJUANGANE ABAH
Posted by dhesumo on Desember 14, 2011 at 9:52 am
sangat tidak mungkin jika seorang wali mengakui status keawlia-an dirinya, yang ada adalah seseorang mengetahui kewalian seseorang kemudian memberitahukan hal ini kepada yang lain,… memang betul Abah tidak mengajari itu, dan memang bukan itu yang kami cari, Beliau hanya mengajarkan untuk tidak melupakan leluhur kita yang sholeh karena mereka sejatinya masih hidup dan masih terus mengawasi setiap gerak hidup kita, dan terkadang hadir untuk memberi nasihat dikala kita salah jalan…yang terakhir Kami Mabes Browijoyo V Sragen melaksanakan semua ini atas seizin dan sepengetahuan Beliau Abah Syarif … sekali lagi kami undang panjenengan untuk datang ke Mabes Browijoyo V Sragen.
Posted by pencari hakiki on Desember 27, 2011 at 6:05 pm
kok sepertinya terlalu berlebihan ya….
Posted by dhesumo on Desember 29, 2011 at 4:07 am
ya memang … begitu lah adanya mas…tanpa ada maksud di lebih-lebihkan.
Posted by arya on Januari 29, 2012 at 2:55 am
maf ikut nimbrung… maf orang bodo ikut comen.. kl islam stahu saya belajarnya merujuk ulama berdasarkan ap yg rosul ajarkan, kmudian kl mati katanya masuk alam kubur dan lepas dari urusan dunia, yg mo tak tanyakan trs kl arwah leluhur yg masih ngawasi atopun memberi nasehat ikut alam apa? kemudian kl meninggal itu cuma 3 yg ditinggalkan, slbhy putus, yg mo tak tanyakan trs kl arwah leluhur yg masih ngawasi atopun memberi nasehat ikut yg amal mana ustadz…
trs katanya sih kl dah mati cuma dapat nikmat atau laknat kubur trs ngawasi dan memberi nasehat itu trmasuk nikmat kubur ato siksa kubur?…
krn yg sy tau kalau nikmat itu sudah ngak ribet2.. cb bayangkan ngawasi kmudian nasehati itu sangat capek, pusing, harus nglawan setan terus..trs ni dapat pahala gak…
Posted by dhesumo on Januari 29, 2012 at 8:57 am
surat Al Baqarah 154 “janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang meninggal di jalan Allah bahwa mereka itu telah mati, sebenarnya mereka hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”
Posted by dino on Februari 11, 2012 at 8:38 am
apabila seseorang bertanya padamu tentang ruh,maka jawablah itu urusan tuhanmu & tidak ada yg mengetahui tenteng itu,kok pada ribut semuaNya sih,aneh
Posted by dhesumo on Februari 12, 2012 at 10:40 am
mboten ribut mas…hanya mengconfirmasi … ga pa pa biasa kok.
Posted by m machfuzi on Februari 24, 2012 at 11:36 pm
yaaa semua itu sir nya Alloh, ilmu mnsia sangt sangat terbatas … sedangkan ilmu alloh sgt luas …. jika di tuli tintane air laut aja msh kurang …
Posted by Yadi on Agustus 27, 2012 at 3:11 am
Jangan mudah terpedaya oleh sesuatu yang belum pasti. Memang brawijaya v akan turun dan nyawiji dengan manuSia yg masih muda, orangnya miskin, punya uang sedikit saja dipakai beli maKanan orang edan.tempat tidurnya di dekat kandang pitik.hidup sederhana. Tunggu saja tgl 8 suro akan diwisuda di atas gunung lawu. Setelah itu akan meluruskan kyai kyai yang sudah melenceng dari tuntunan.
Posted by dhesumo on Agustus 28, 2012 at 2:39 pm
he..he..he..mari kita tunggu sama2 ya mas…
Posted by kevinz on September 11, 2012 at 3:48 pm
segera benahi kebobrokan negara ini….:)
Posted by kevinz on September 11, 2012 at 3:50 pm
negara ini butuh seorang conseptor-gladiator-legislator-excecutor……
Posted by dhesumo on September 14, 2012 at 9:13 am
ada lagi mas bukan hanya sekedar itu…seorang pemimpin yang baik itu juga harus selalu siap NDELOSOR…mengutamakan umat yang dipimpinnya ketimbang pribadi dan keluarganya…:)
Posted by Muhamad Shofwan on Oktober 16, 2012 at 10:12 am
Menurut kerabat saya yang sudah ke Pekajangan. Mereka sudah melihat kuburan buyut dari buyut saya H.hAMBALI. Kebetulan saya bernasab ke pada mendiang H.Hambali. Tapi kita sebagai anak Adam kalau sudah meninggal putuslah amalnya kecuali 3 perkara, 1). Amal jariah 2). Ilmu yang bermanfaat 3). Doa’nak yang sholih. Nah kalau kita anak yang sholih sebaiknya mendoakan saja orang orang tua kita yang telah mendahului kita. Jangan di lebih lebihkan dan jangan dikurangi ajaran aqidah, ibadah dan ajkhlaq islam itu. Islam udah sempurna jangan di improvisasi dan di utak atik lagi deh. Wallahu a’lam Al Haqqu min robbikum.
Posted by dhesumo on Oktober 27, 2012 at 5:06 am
maaf kang shofwan…sudah pernah baca surat Al Baqarah 154, kira2 apa pengertiannya menurut njenengan…semua yang njenengan utarakan disini memang benar…tanpa bermaksud melebih2kan leluhur yang sudah mendahului…saya mewakili sedulur santri disini hanya bisa mengatakan…semua ada dasarnya…hanya saja setiap orang itu berbeda dalam memahami dasar tersebut…terlebih lagi ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang ghoib yang benar2 nyata terjadi didepan mata…bukankah kita sebagai seorang muslim wajib beriman kepada yang ghoib…untuk lebih jelasnya kami tunggu njenengan di makam pekajangan di acara mujahadah malam jumat kliwon…kalo njenengan ingin konfirmasi lebih lanjut…
Posted by hamba allah on Februari 17, 2013 at 6:28 pm
gusti allah luwih cedak karo urat nadimu …. menungso iku ono 5 perkoro , kang limang perkoro iku ugo salah siji ne kang nuntun awak e dewe mlaku ngadep marang gusti allah kang moho semporno lan welas asih, nek pancen ne do yakin iku dalan ne neng gusti yo lakon nono yen ragu yo golek banyu, ndelengo banyu iku, ugo becik e tingkah lan laku ne awak mu, kebak o moco istifar lan sholawat ugi atimu kang atos koyo watu dadi lembek,
Posted by dhesumo on Februari 21, 2013 at 8:40 am
nggeh mas…maturnuwun wejanganipun,insyaalloh kulo selaku admin lan sedoyo sederek ten Mabes Browijoyo V Sragen sampun yakin, mugi2 gusti alloh paring pituduh, pitutur lan pitulung dumateng kulo lan sedoyo sederek puniko….Ya Alloh Hadhir, Ya Kholifatalloh Hadhir, Ya Syarif Hidayatulloh Hadhir…amiiin.
Posted by abdulloh on Mei 31, 2013 at 6:28 am
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Mas, badhe taken terutamai kagem mas Didik,.. Nopo sing ndadosaken panjenenangan yakin menawi ingkang wonten lebethe makm mbah gombol punika ruh sucinipun mbah gombol, sanes kodam utawi jin inkang membo-2 dados mbah gombol..nyuwun pirso caranipun mbeda aken. Maturnuwun. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Posted by dhesumo on Mei 31, 2013 at 7:52 am
wa`alaikumsalam wr wb..mbah gombol piyambak sing ngendhikan mas..yen panjenengan takseh penasaran..monggo rawuh mriko langsung mawon..kersane mantep…
Posted by abdulloh on Juni 1, 2013 at 12:13 pm
lha nggeh…dasare mbedakne iku jin opo ruh suci pripun?
Posted by abdulloh on Juni 1, 2013 at 12:30 pm
lha nggeh kok yo mas didik percoyo mawon menawi niku mbah gombol, ciri-cirine nopo? kan biso wae jin sing nyamar dadi mbah gombol…nek ternyata jin berarti bahaya to…? lha maksud kulo biasane nek jin kan nek di “tembak” biasane ancur nopo kalah lah.. nanging nek ilmune mas didik sak ngisore jin iku yo akhire rak biso mbedakke iku jin opo ruh he mbah gombol…maturnuwun
Posted by abdulloh on Juni 2, 2013 at 4:18 am
Nggeh, lha bedane jin kaleh arwah suci niku nopo mas?
Maturnuwun sanget
Posted by abdulloh on Juni 2, 2013 at 4:18 am
nyuwun dipun bales……………
Posted by dhesumo on Juni 3, 2013 at 10:00 am
hehehehe…njenengan niki takon kok nritil banget…ming sae kok mas..niki mungguhe kulo lho nggeh…mangke nek sek kurang sreg mang njenengan tanglet piyambak kaleh tiyange…bedane niku…nek jin mergo dicipto saking geni howo sing dirasakne niku panas…lha nek ruh suci mergo ruh niku saking nur…howo sing dirasakne niku adem..trus bedane jin kaleh ruh suci niku…nggeh niku asal muasal kedadosane mawon sampun bedo..mongko nopo sing dibetho nggih bedo…jin niku urip e wonten ing alam perayangan…lha nek ruh suci niku wonten ing alam kesucian…sami2 alam ghoib namung bedo panggenan…alam perayangan cedake kaliyan donyo niki…lha nek alam kesucian langsung dibawah naungan Alloh…alam kesucian niku panggenan khusus kagem poro kinasihe Alloh sak sampune sedo nilarake donyo…amargo urip e ditelasake kagem berjuang “fisabilillah”…mongko sak sampune sedo Gusti Alloh mboten mutus “ghiroh” utawi semangatipun berjuang nalikane sek urip ten ndonyo..nanging diterusake kalewat piyambake wonten ing alam kesucian meniko…bentuk kelanjutan perjuangane nggih kados peristiwa mbah gombol meniko mas…mekaten kirang langkung e…
Posted by abdulloh on Juni 10, 2013 at 9:57 am
maturnuwun mas…ntritil mergo pengin mangertos……..maklum
Posted by dhesumo on Juni 12, 2013 at 11:52 am
nggeh mas mboten nopo2…sae kok..